Senin, 24 November 2014

Hymne guru, liriknya selalu bikin merinding disko




Terpujilah wahai Engkau Ibu Bapak Guru
Namamu akan selalu hidup, dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir, didalam hatiku
S'bagai prasasti terimakasihku 'ntuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa

Liriknya selalu bikin merinding disko dan nangis akhirnya,apalagi pas muridku nyanyi buat acara perpisahanku dengan mereka. 








Selasa, 30 September 2014

Gabie, Siswa SLB di Nusa Tenggara Timur

Ingin Jadi Artis Seperti Daus Mini
Gabie tampil dalam Ngada Edu-Culture Fair 2014
Terimakasih untuk sentuhan atas hidupku
Baik dengan cara biasa maupun luar biasa
Aku bersyukur karena kau mengetahui banyak hal tentang diriku
Kepercayaanku dan kasihmu, melapangkan jalanku
Untuk menjadi diriku sendiri
(Sepenggal puisi yang dibawakan Gabie dalam acara Ngada Edu-Culture Fair 2014)

Ayunan tangan Gabriel Nggoli (17) nampak mungil memperagakan setiap bait puisi yang ia bawakan. Tangan kirinya mahir memegang microphone yang sesekali dipindahkannya ketangan kanan. Ia tampil percaya diri dihadapan ratusan orang yang hadir dalam acara Ngada Edu-Culture Fair 2014 yang digelar guru SM-3T Ngada, NTT.
Siapa pun tak akan menyangka jika Gabriel adalah siswa SMP. Melihat tinggi badannya yang tidak sampai satu meter orang mengira dirinya baru masuk SD. Meski tingginya tidak sempurna seperti anak seusianya, siswa kelahiran 22 September 1996 ini tetap percaya diri. Tak ayal aksinya dipanggung mampu memukau ratusan penonton yang hadir di Lapangan Kartini, Kota Bajawa, Sabtu (10/5). Bahkan tak sedikit dari mereka yang meneteskan air mata. Penampilan Gabie kali ini merupakan satu dari sederet aksinya di depan banyak orang.
Saat ditanya kenapa Gabie begitu percaya diri, ternyata ada satu hal yang memotivasi dirinya untuk berani tampil di panggung. Katanya, siswa SLB Negeri Bajawa ini ingin menjadi artis seperti pelawak, Daus Mini.
“Cita-citanya pengin jadi artis seperti Daus Mini. Jadi bisa sering tampil di panggung. Kalau tidak jadi artis ya jadi MC tidak apa-apa,” kata Gabie sambil tersipu malu.
Anak kedua dari empat bersaudara ini nyalinya tak pernah ciut meski dirinya tak sempurna seperti anak pada umumnya. Air mukanya tetap ceria dengan senyum yang menggemaskan.
Pada gelaran Ngada Edu-Culture Fair beberapa waktu lalu ia membawakan sebuah puisi dan pantun yang membuat semua pasang mata tertuju padanya. Selain syairnya yang menggelitik hati, pembawaan Gabie juga menjadi inspirasi banyak anak lain yang tergolong normal.
Arum Puspitaningtyas, guru SM-3T yang ditugaskan di SLB pun sempat meneteskan air mata. Tidak menyangka muridnya bisa tampil memukau banyak orang. Menurutnya, yang terpenting saat mengajar anak luar biasa adalah ikhlas dan mencurahkan kasih sayang kepada sang anak.
“Yang terpenting tidak pilih kasih. Mereka semua sama, tinggal bagaimana kita memotivasi dan menggali potensi mereka. Saya bangga dengan Gabie,” kata Arum.
  
Gabie Juara 2 Lomba Matematika 
Gabie bersama guru dan teman-temannya
Putih warnanya bunga melati
Pastilah tentu harum baunya
Belajarlah kamu sedari dini
Kelak berguna di hari tua
(Pantun yang dibawakan Gabie dalam acara Ngada Edu-Culture Fair 2014)

Kepandaian Gabie juga disampaikan Maria Yasinta Naru, wali kelasnya di sekolah. Menurut Yasinta, muridnya yang satu ini memang tergolong pintar. Bahkan seringkali ia menugaskan Gabie untuk mengajari teman-temannya pelajaran matematika. Kepandaian siswa berkulit hitam manis ini mengantarkannya mewakili sekolah untuk mengikuti olimpiade matematika tingkat Provinsi NTT di Kupang.
“Dulu ikut lomba matematika dapat juara dua di Kupang. Rasanya senang bisa naik pesawat terbang sampai Kupang,” ujar Gabie sambil memainkan jari-jarinya untuk menghilangkan grogi.
Tepat Bulan Mei 2013 lalu ia mengikuti olimpiade matematika khusus untuk anak SLB. Dari situ semangat belajarnya terus terpacu bahkan seolah tak pernah mengikis. Dari wajahnya selalu menyiratkan senyum yang menginspirasi banyak orang.
Dulu saat akan menamatkan sekolah dari SD Ije Kecamatan Wolomeze, ia langsung mengikuti ujian nasional di SLB N Bajawa. Ia mendapat nilai delapan untuk mata pelajaran matematika. Beruntung saat duduk di bangku SD teman seusianya memahami keterbatasan Gabie. Sehingga ia tetap percaya diri saat berada diantara siswa normal lainnya.
Dengan begitu ia pernah mengenyam pendidikan bersama siswa normal lainnya. Dunia pendidikan biasa mengenalnya dengan istilah inklusi, dimana siswa berkebutuhan khusus mendapat layanan pendidikan yang sama dengan siswa normal lainnya.
Pendidikan inklusif adalah penempatan anak berkebutuhan khusus baik tingkat ringa, sedang, dan berat secara penuh di kelas reguler. Disini, ditemukan sisi positif pendidikan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus. Dimana dapat terbangun kesadaran dan menghilangkan sikap diskrimatif terhadap penyandang disabilitas.
Drs. Vinsensis Milo, Kepala Dinas PKPO Kabupaten Ngada mengatakan pentingnya pendidikan inklusif karena semua anak mempunyai hak yang sama untuk belajar bersama anak yang lain. Mereka tidak dibedakan secara rigrid, tetapi yang perlu diperhatikan bahwa mereka memiliki kesulitan dalam belajar. Tidak ada alasan yang mendasar untuk memisahkan anak dalam pendidikan.
Saat ditanya bagaimana cara belajar Gabie, anak kedua dari empat bersaudara ini mengatakan cukup sederhana. Ia hanya memanfaatkan waktu sore hari untuk sekadar membaca buku. Biasanya yang dibaca adalah buku cerita. Katanya, ia menyukai pelajaran IPA.
Aktivitasnya setiap hari memang terbilang monoton, tapi ia nampak sangat menikmati hal itu. Mulai dari jam lima pagi Gabie sudah bangun. Anak dari pasangan Yosep Mena dan Filonimat ini tinggal di asrama bersama teman-teman lain.
“Setelah bangun pagi langsung berdoa, kemudian beres-beres di asrama. Setelah itu baru mandi trus makan dan pergi ke sekolah,” jawabnya sambil berfikir mengurutkan aktivitasnya pagi hari.
Di sekolah banyak hal yang dilakukan Gabie. Diantara enam orang sekelasnya, ia tergolong yang paling pandai. Karena dibanding siswa lain, ia hanya memiliki keterbatasan secara fisik saja.
  
Gabie Pandai Membuat Syal
Gabie sedang membuat syal
Burung merpati terbang lepas
Burung dara memakan roti
Jadi anak janganlah malas
Sudah tua menyesal nanti
(Pantun yang dibawakan Gabie dalam acara Ngada Edu-Culture Fair 2014)

“Saya suka membuat syal. Ibu guru yang mengajari bikin syal,” ujarnya sambil menunjuk hasil kerajinannya yang terpajang dilemari sekolah.
Tangan terampilnya ini terus merajut merampungkan tugasnya membuat syal yang sering dibawa dalam pameran. Biasanya ia mampu menyelesaikan satu syal dalam empat hari. Hasilnya tidak hanya cantik, namun syal istimewa yang dihasilkan dari tangan anak luar biasa.
Selain syal, kata Gabie hasil merajutnya juga banyak dijadikan taplak meja, tas, topi, atau kerajinan lain. Beberapa hasil karya anak SLB ini sering menarik minat orang untuk membelinya. Kerajinan ini merupakan satu dari banyak hiburan yang membuat Gabie tetap ceria menjadi anak luar biasa.
Sepulang sekolah ia tidak langsung makan siang atau beristirahat, namun rutinitas telah mengajarkannya untuk menyelesaikan tugas terlebih dahulu.
“Pulang sekolah cuci piring dulu setelah itu baru makan siang. Kalau sudah selesai semua baru istirahat,” ujarnya.
Dari rutinitas yang melekat pada diri Gabie menjadikannya pribadi yang disiplin dan penuh percaya diri. Anak yang tidak suka membeli jajanan bocah di luar rumah ini mengaku suka dengan semua makanan. Yang ada di depannya itulah yang dimakan.
Gabie mini berusaha memanfaatkan semua waktunya untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat. Blandina Owa, Guru SLB N Bajawa mengatakan selain hobi membaca buku Gabie menyisakan waktu di sekolah untuk merajut atau membuat kerajinan lain.
“Kelak keahlian yang mereka miliki akan berguna di masa depan,” ujarnya. (*)


 dimuat di Harian Pagi SatelitPost

Keutamaan Puasa Arafah

ilustrasi 
Setiap mendekati hari raya Idul Adha ibu saya selalu mengingatkan untuk berpuasa. Katanya puasa arafah, dimana saudara kita yang sedang menjalankan ibadah haji pada hari itu juga sedang menjalankan wukuf di padang Arafah. Saya dapati dari berbagai sumber, bahwa puasa Arafah mengandung banyak keutamaan. Insya Allah apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung.
Keutamaan segala amal yang diharapkan umat manusia adalah terhapusnya dosa. Begitu juga dengan keutamaan yang terkandung dalam puasa arafah yaitu dapat menghapus dosa. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)
Selain itu puasa arafah juga mengandung keutamaan bagi umat manusia sebagai pembebasan dari api neraka. Sebagian ulama menjelaskan bahwa pembebasan dari neraka pada hari Arafah diberikan Allah bukan hanya kepada jamaah haji yang sedang wukuf, melainkan juga untuk kaum muslimin yang tidak sedang menjalankan haji. Terlimpahkannya ampunan Allah terhadap dosa selama dua tahun melalui puasa Arafah sangat terkait dengan keutamaan kedua ini.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)
Selanjutnya, kemustajaban doa di Puasa Arafah. Secara umum doa orang yang berpuasa akan dikabulkan oleh Allah, insya Allah. Ditambah lagi dengan keutamaan waktu hari Arafah yang merupakan sebaik-baik doa pada waktu itu, maka semakin kuatlah keutamaan terkabulnya doa orang yang berpuasa Arafah pada hari itu.

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. MilikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi, hasan)

Niat Puasa Arafah
نويت صوم عرفة سنة لله تعالى
 “ Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”
Bismillah, semoga puasa kita tidak hanya mengharap keutamaan yang terkandung di dalamnya tapi benar-benar ikhlas karena Allah ta’ala.
Selain itu, memang hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah seperti puasa. Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ
Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid. (HR Bukhari)
Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa. Maka ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan pahala puasa sunnah. :

يُعْلَمُ أَنَّ اْلأَفْضَلَ لِمُرِيْدِ التََطَوُّعِ أَنْ يَنْوِيَ اْلوَاجِبَ إِنْ كَانَ عَلَيْهِ وَإِلَّا فَالتَّطَوُّعِ لِيَحْصُلَ لَهُ مَا عَلَيْهِ
Diketahui bahwa bagi orang yang ingin berniat puasa sunnah, lebih baik ia juga berniat melakukan puasa wajib jika memang ia mempunyai tanggungan puasa, tapi jika ia tidak mempunyai tanggungan (atau jika ia ragu-ragu apakah punya tanggungan atau tidak) ia cukup berniat puasa sunnah saja, maka ia akan memperoleh apa yang diniatkannya.
Adapun berpuasa pada hari Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan hari-hari tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijjah) adalah diharamkan berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Umar ra:
Bahwasanya Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari, yaitu ‘Eid al-Adha dan ‘Eid al-Fitr. (Hadith Riwayat Imam Muslim, Ahmad, an-Nasa’ie, Abu Dawud)
Serta hadith yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Rasulullah SAW telah mengirimkan Abdullah Ibn Huzhaqah untuk mengumumkan di Mina: “Kamu dilarang berpuasa pada hari-hari ini (hari tasyrik). Ia adalah hari untuk makan dan minum serta mengingati Allah.” (Hadits Riwayat Imam Ahmad, sanadnya hasan). Ulama Syafi’iyyah membenarkan bahwa berpuasa pada hari tasyrik hanya untuk keadaan tertentu seperti bersumpah, qadha puasa di bulan Ramadhan serta puasa kifarah (denda).


*dari berbagai sumber