Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2016

Meneladani Sunnah Menuju Rumah Tangga Berkah

Judul buku      : Romantisnya Rasulullah 
Penulis             : Pirman 
Penerbit           : Citra Risalah   
Tahun terbit     : Cetakan I 2015
Tebal buku      : 210 halaman
Ukuran            : 14,5x20,5 cm
ISBN               : 978-602-7727-65-6


Rasulullah adalah figur suami romantis yang diidamkan oleh banyak wanita di muka bumi. Perangainya amat baik, tanpa cela, dan terpancar ketampanannya. Kehidupan Rasulullah sebagai suami ummul mukminin merupakan samudera ilmu yang tak akan habis untuk dipelajari. Pengetahuan inilah yang menjadi kunci keharmonisan pasangan suami istri dalam membangun rumah tangga.

Tetapi apakah kita sudah mengetahui bagaimana cara Rasulullah membahagiakan orang-orang di sekitarnya, termasuk istri-istrinya? Bagaimana cara beliau membangun rumah tangga yang sakinah, mawada, warahman? Buku ini menjawab semua pertanyaan itu melalui kisah-kisah yang disajikan di dalamnya.

Pada bagian depan buku Romantisnya Rasulullah dijelaskan bagaimana kelembutan Rasulullah terhadap para sahabatnya. Berikutnya pembaca digiring untuk lebih mendalami kelembutan Rasulullah terhadap istri-istrinya. Selain itu dilengkapi juga dengan dalil tentang pernikahan (hal:59) yaitu QS. Ar Rum (30):21 “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri. Supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Penulis juga menjelaskan kehidupan sederhana Rasulullah bersama istri-istrinya. Beliau mengajarkan kepada istri-istrinya untuk hidup sederhana, akur, saling berdamping, dan saling menyayangi. Buku ini cukup untuk membuka wawasan dalam meneladani kehidupan rumah tangga Rasulullah. Penulis mengajak pembaca untuk meneladani Rasulullah dalam segala aspek, utamanya dalam kehidupan beliau bersama istri dan keluarganya.


Buku Romantisnya Rasulullah menyajikan banyak kisah yang dapat kita teladani. Maka buku ini dapat dibaca oleh kalangan anak muda yang sedang mempersiapkan pernikahan, atau bagi mereka yang sedang menjalani pernikahan. Penulis menyajikannya dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga pesan yang ingin disampaikan lebih mudah ditransformasi. Masih banyak kisah-kisah yang dapat kita teladani yang belum terangkum dalam buku ini, maka sebaiknya para pembaca juga mencari referensi lain untuk dapat menambah wawasan. (*)

Senin, 18 April 2016

Agar Sukses Berumah Tangga

Judul buku      : Wonderful Couple, Menjadi Pasangan Paling Bahagia 
Penulis             : Cahyadi Takariawan 
Penerbit           : Era Adicitra Intermedia 
Tahun terbit     : Cetakan II April 2015
Tebal buku      : 354 halaman
Ukuran            : 21x15 cm
ISBN               : 978-602-1680-11-7

Banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari pasangan suami istri yang hidup harmonis dan bahagia. Mereka inilah yang disebut wonderful couple versi penulis. Para pasangan suami istri ini berasal dari berbagai golongan dan strata sosial. Mereka merasakan kebahagiaan dengan kondisi masing-masing yang berbeda pula. Ini karena kebahagiaan bisa menjadi milik semua orang yang menghendaki dan mengupayakan.

Wonderful couple adalah kisah perjuangan hidup para pasutri, kisah kebersahajaan, konflik dan permasalahan yang mampu diselesaikan dengan sikap dewasa dan matang. Penulis menyajikannya dalam sembilan catatan yang dapat dijadikan referensi bagi para pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan, maupun yang sudah lama menikah.

Catatan pertama dimulai dengan memasuki relung wonderful couple. Ada lima tahap kehidupan pernikahan dan bagaimana mengekspresikan cinta karena setiap pasangan memiliki versi wonderful couple yang berbeda. Selanjutnya penulis menjelaskan bagaimana konflik dan permasalahan yang biasa muncul dalam penikahan. Pada catatan ini juga disertai dengan bagaimana para pasutri sebaiknya bersikap.

Pada setiap catatan, penulis menyisipkan contoh nyata kehidupan dalam berumah tangga. Misalnya meributkan bentuk tubuh pasangan (hal: 256). Banyak pertengkaran dan konflik suami istri yang bermula dari bentuk fisik pasangan yang dianggap berubah tak lagi ideal. Semula hanya berupa gurauan dan candaan, namun lama-kelamaan menjadi hal yang sensitif dan menyakitkan hati. Ada juga kisah humor yang disajikan dengan bahasa sederhana dan apa adanya. Seperti saat pasutri mrnuliskan nama pasangan di daftar kontak handphone mereka, dilihat dari usia pernikahan. Pada bagian akhir penulis menjelaskan bagaimana merayakan kebahagiaan bersama pasangan dengan memohon kemudahan dalam mewujudkan wonderful couple.

Beragam kisah yang menarik untuk dibaca para pasutri membuat buku ini sangat rekomended untuk dibaca. Namun yang menjadi kelemahan adalah adanya beberapa kesalahan penulis kata di dalamnya. Desain landscape buku ini memang menjadi keunikah tersendiri namun sedikit menyulitkan pembaca dalam menikmatinya. Secara keseluruhan buku ini bisa dijadikan referensi bagi para pasutri untuk mencapai wonderful couple sesuai dengan kondisi rumah tangga masing-masing. (*)


Rabu, 02 Maret 2016

Persiapan Sebelum Melangsungkan Pernikahan

Judul buku      : Menikah, Memuliakan Sunnah
Penulis             : Moh. Fauzil Adhim, Salim A. Fillah, dkk
Penerbit           : Pro-U Media
Tebal buku      : 188 halaman
Ukuran            : 15x21 cm
ISBN               : 978-602-7820-02-9

Menikah adalah dambaan setiap insan yang ingin meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Begitu pentingnya menikah, Nabi sampai berpesan dalam sabdanya, “Menikah adalah Sunnahku, barang siapa tidak mengamalkan Sunnahku berarti bukan dari golonganku. Hendaklah kalian menikah, sunggu dengan jumlah kalian aku akan berbanyak-banyak umat. Siapa memiliki kemampuan harta hendaklah menikah, dan siapa yang tidak hendaknya berpuasa karena puasa itu merupakan tameng.” (HR. Ibnu Majah)

Buku ini menyajikan banyak kisah yang sangat menginsprasi bagi siapa saja yang sedang mempersiapkan pernikahan. Di dalamnya terdapat petuah-petuah tentang pernikahan dari beberapa penulis seperti dari Mohammad Fauzil Adhim, nasihat dari Ustaz Salim A. Fillah, motivasi dari Pak Solikhin Abu Izzudin, dan wejangan dari ustaz-ustaz lainnya.

Pernikahan merupakan institusi agung yang berguna untuk mengikat dan menyatukan dua insan lawan jenis dalam satu ikatan keluarga. Ikatan pernikahan bukanlah ikatan main-main karena dalam Al-Quran diistilahkan dengan mitsaaqan ghaliizhan, artinya perjanjian agung atau sumpah setia. Maka pada bab ‘Ada Tanya yang Mesti Kita Jawab’ karya Mas Udik Abdullah dijelaskan lima hal yang perlu dipersiapan agar pasangan dapat mencapai rumahtangga yang sakinah, mawada, warahmah.

Pertama, ilmu. Ilmu ibarat cahaya tatkala kita berada dalam kegelapan. Sehingga ilmu menjadi pedoman sekaligus kendaraan bagi kita untuk bisa mencapai tujuan dengan selamat. Dijelaskan dalam QS. A-Israa’ (17):36 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabanya.”

Kedua, iman dan takwa. Iman dan takwa yang mantap ibarat tongkat pegangan yang akan menuntun seseorang untuk menetapkan kriteria calonnya bukan atas dasar pertimbangan duniawi. Jika iman dan takwanya berkualitas, niscaya ia hanya akan mencari pasangan yang seiman dan setakwa, tentunya dengan tingkat kesalihan yang baik.

Ketiga, mental. Persiapan mental tidak boleh dipandang sebelah mata. Persiapan ini sangat penting karena pasangan akan memasuki tempat dan dunia yang baru serta meninggalkan lingkungan yang lama.

Keempat, finansial. Kita tidak bisa memungkiri bahwa harta juga merupakan hal yang penting dalam berumah tangga, walaupun bukan segalanya. Islam tidak menghendaki kita untuk berpikiran materialistis. Akan tetapi, bagi seorang suami yang akan mengemban amanah sebagai kepala keluarga, yang lebih diutamakan adalah kesiapan diri untuk menafkahi. Minimal mempunyai mental dan keinginan kuat untuk mencari nafkah. Sedangkan bagi wanita yang paling utama adalah kesiapan untuk mengelola keuangan keluarga. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl (16): 72 “Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rizki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka berikan kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?”

Kelima, fisik. Menikah juga membutuhkan persiapan fisik yang prima. Maka, sebaiknya sebelum melangsungkan pernikahan lebih dulu melakukan perawatan tubuh dengan sebaik-baiknya agar penampilan lebih fit.  Dianjurkan pula berolahraga yang cukup agar fisik dalam kondisi bugar ketika menikah.

Selain lima persiapan sebelum melangsung pernikahan di atas, masih ada banyak wejangan yang dapat menjadi bekal bagi para pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Bahkan pada bab akhir juga disajikan penjelasan tentang kehadiran anak yang menuntut komitmen dari pasangan suami istri.

Buku ini tepat untuk dijadikan referensi bagi para calon pengantin sebelum menikah. Namun, di dalamnya belum banyak disajikan contoh kehidupan sehari-hari tentang gambaran kehidupan berumahtangga. Gambaran tentang konflik, lika-liku berumah tangga, cara mengatasi, dan bagaimana menuju keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah belum banyak disajikan. Maka, para pembaca sebaiknya juga membaca referensi lain agar dapat menambah pengetahuan untuk memuliakan sunnah pernikahan. (*)



oleh: Fitri Nurhayati  

Selasa, 09 Februari 2016

Persiapan Sebelum Melangsungkan Pernikahan

Judul buku      : Menikah, Memuliakan Sunnah
Penulis             : Moh. Fauzil Adhim, Salim A. Fillah, dkk
Penerbit           : Pro-U Media
Tebal buku      : 188 halaman
Ukuran            : 15x21 cm
ISBN               : 978-602-7820-02-9

Menikah adalah dambaan setiap insan yang ingin meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Begitu pentingnya menikah, Nabi sampai berpesan dalam sabdanya, “Menikah adalah Sunnahku, barang siapa tidak mengamalkan Sunnahku berarti bukan dari golonganku. Hendaklah kalian menikah, sunggu dengan jumlah kalian aku akan berbanyak-banyak umat. Siapa memiliki kemampuan harta hendaklah menikah, dan siapa yang tidak hendaknya berpuasa karena puasa itu merupakan tameng.” (HR. Ibnu Majah)

Buku ini menyajikan banyak kisah yang sangat menginsprasi bagi siapa saja yang sedang mempersiapkan pernikahan. Di dalamnya terdapat petuah-petuah tentang pernikahan dari beberapa penulis seperti dari Mohammad Fauzil Adhim, nasihat dari Ustaz Salim A. Fillah, motivasi dari Pak Solikhin Abu Izzudin, dan wejangan dari ustaz-ustaz lainnya.

Pernikahan merupakan institusi agung yang berguna untuk mengikat dan menyatukan dua insan lawan jenis dalam satu ikatan keluarga. Ikatan pernikahan bukanlah ikatan main-main karena dalam Al-Quran diistilahkan dengan mitsaaqan ghaliizhan, artinya perjanjian agung atau sumpah setia. Maka pada bab ‘Ada Tanya yang Mesti Kita Jawab’ karya Mas Udik Abdullah dijelaskan lima hal yang perlu dipersiapan agar pasangan dapat mencapai rumahtangga yang sakinah, mawada, warahmah.

Pertama, ilmu. Ilmu ibarat cahaya tatkala kita berada dalam kegelapan. Sehingga ilmu menjadi pedoman sekaligus kendaraan bagi kita untuk bisa mencapai tujuan dengan selamat. Dijelaskan dalam QS. A-Israa’ (17):36 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabanya.”

Kedua, iman dan takwa. Iman dan takwa yang mantap ibarat tongkat pegangan yang akan menuntun seseorang untuk menetapkan kriteria calonnya bukan atas dasar pertimbangan duniawi. Jika iman dan takwanya berkualitas, niscaya ia hanya akan mencari pasangan yang seiman dan setakwa, tentunya dengan tingkat kesalihan yang baik.

Ketiga, mental. Persiapan mental tidak boleh dipandang sebelah mata. Persiapan ini sangat penting karena pasangan akan memasuki tempat dan dunia yang baru serta meninggalkan lingkungan yang lama.

Keempat, finansial. Kita tidak bisa memungkiri bahwa harta juga merupakan hal yang penting dalam berumah tangga, walaupun bukan segalanya. Islam tidak menghendaki kita untuk berpikiran materialistis. Akan tetapi, bagi seorang suami yang akan mengemban amanah sebagai kepala keluarga, yang lebih diutamakan adalah kesiapan diri untuk menafkahi. Minimal mempunyai mental dan keinginan kuat untuk mencari nafkah. Sedangkan bagi wanita yang paling utama adalah kesiapan untuk mengelola keuangan keluarga. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl (16): 72 “Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rizki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka berikan kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?”

Kelima, fisik. Menikah juga membutuhkan persiapan fisik yang prima. Maka, sebaiknya sebelum melangsungkan pernikahan lebih dulu melakukan perawatan tubuh dengan sebaik-baiknya agar penampilan lebih fit.  Dianjurkan pula berolahraga yang cukup agar fisik dalam kondisi bugar ketika menikah.

Selain lima persiapan sebelum melangsung pernikahan di atas, masih ada banyak wejangan yang dapat menjadi bekal bagi para pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Bahkan pada bab akhir juga disajikan penjelasan tentang kehadiran anak yang menuntut komitmen dari pasangan suami istri.

Buku ini tepat untuk dijadikan referensi bagi para calon pengantin sebelum menikah. Namun, di dalamnya belum banyak disajikan contoh kehidupan sehari-hari tentang gambaran kehidupan berumahtangga. Gambaran tentang konflik, lika-liku berumah tangga, cara mengatasi, dan bagaimana menuju keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah belum banyak disajikan. Maka, para pembaca sebaiknya juga membaca referensi lain agar dapat menambah pengetahuan untuk memuliakan sunnah pernikahan. (*)



oleh: Fitri Nurhayati  

Senin, 13 Juli 2015

Kunci Sukses Transfer Ilmu Pengetahuan


Judul buku
:
Menjadi Guru Profesional (Disertai Bimbingan Menjadi Pelatih Andal)
Penulis
:
Muhammad Asri Amin
Penerbit
:
Nuansa Cendekia
Tahun terbit
:
Cetakan 1, April 2013
Tebal buku
:
216 halaman
ISBN
:
978-602-7768-04-8



Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas tak terlepas dari alat bantu atau media pembelajaran. Meski bermunculan berbagai macam media pembelajaran yang modern namun papan tulis masih tetap menduduki peranan penting dan belum tergantikan. Banyaknya jenis alat bantu mengajar ini memang memudahkan guru dalam mentrasfer ilmu, namun seperti apa media yang terbaik?
Buku ini memberi pedoman bagi para guru maupun trainer pendidikan untuk memanfaatkan alat bantu mengajar dengan maksimal. Alat bantu ini termasuk dalam ruang belajar sebagai sarana yang tepat, efektif, dan benar-benar mampu menghasilkan target secara maksimal. Penulis menjelaskan beragam jenis alat bantu mengajar mulai dari penggunaannya, kelebihan dan kekurangan, pemilihan yang terbaik sesuai dengan jenis materi yang akan diajarkan oleh guru.
Beberapa alat bantu mengajar memang terbilang kuno, namun bukan itu yang menjadi pokok bahasan. Karena semua alat bantu mengajar tergolong baik sesuai dengan pemanfaatannya masing-masing. Tinggal bagaimana penggunaannya sehingga dapat menunjang proses belajar mengajar di dalam kelas.
Ketersediaan alat-alat itu dipandang sebagai modal untuk kesuksesan pendidikan. Buku ini membahas secara rinci mengenai penggunaan alat-alat seperti papan tulis, flip chart dan flash cards, obyek nyata, makalah atau handout, overhead projector, slide, video dan kamera.
Penulis berusaha untuk memberi masukan kepada para pelatih dan pengajar profesional dalam memilih dan menggunakan beberapa alat bantu atau bahan-bahan yang akan dipakai untuk mengajar. Selain berfungsi sebagai alat bantu, media ini juga berfungsi sebagai pengantar untuk menyalurkan pesan-pesan dari guru kepada muridnya.
Buku ini mempunyai kelebihan tidak hanya menyajikan wacana atau konsep media pembelajaran saja, namun membicarakan wilayah praktis pembelajaran dengan tujuan memaksimalkan penggunaan alat-alat bantu modern. Penulis menyajikannya dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga buku ini dapat dijadikan pedoman bagi para trainer di pendidikan non formal, guru SD, hingga dosen di perguruan tinggi. Penulis juga melengkapi buku ini dengan penjelasan berupa bimbingan menjadi guru atau trainer andal.

Namun yang menjadi kelemahan adalah buku ini tidak menyajikan macam-macam alat bantu mengajar konvensional yang dapat menjadi alternatif media modern. Bisa jadi suatu ketika media modern yang sudah direncakan sebelum proses pembelajaran mengalami hambatan. Buku ini hanya menyajikan permasalahan yang kemungkinan akan terjadi, namun tidak menyajikan solusi atau pengganti media secara sederhana (konvensional). Mengingat alat bantu modern sangat bergantung pada beberapa penunjang seperti ketersediaan aliran listrik, jaringan internet, dan perangkat keras. Apabila satu alat penunjang tidak tersedia maka media modern tersebut tidak dapat digunakan. Untuk itulah diperlukan pengetahuan tentang pemanfaatan media konvensional. (*)

Selasa, 30 Juni 2015

Cara Beda Menikmati Berita


Judul buku      : Mata Najwa Mantra Layar Kaca

Penulis             : Fenty Effendy
Penerbit           : Media Indonesia Publishing
Tahun terbit     : Cetakan 1, 2015
Tebal buku      : 328 halaman
ISBN               : 978-602-96184-7-1

Penentuan kebijakan, kekuasaan, hingga polemik yang terjadi pada dunia politik masih menarik untuk dibahas. Hal ini merupakan perwujudan dari transparansi pembuat kebijakan dalam suatu negara. Politik tidak semata berurusan dengan hiruk pikuk dan gemuruh para elite, tapi kesungguhan merumuskan kebijakan publik.
Masyarakat awam tidak akan dapat menjangkau kebijakan elite hingga ke porosnya. Hanya melalui media,  informasi dapat tersalurkan hingga bersentuhan langsung dengan khalayak umum. Terlebih media televisi yang menyajikan informasi menyeluruh baik secara visual maupun auditori. Di tengah demokrasi yang begitu bising, tantangan terbesar media adalah mampu memilih dan memilah suara yang perlu digaungkan.  

Kamis, 07 Mei 2015

Ideologi Sebagai Konstruksi Linguistik


Judul buku
:
Akar-akar Ideologi: Pengantar kajian ideologi dari Plato hingga Bourdieu
Penulis
:
Bagus Takwin
Penerbit
:
Jalasutra
Tahun terbit
:
2003
Tebal buku
:
136 halaman

Jika kita menanyakan apa itu ideologi, maka jawaban umum yang didapat biasanya merujuk pada pengertian ideologi sebagai ‘isme’ atau aliran politik. Seperti sosialisme, komunisme, liberalisme, dan konservatisme. Dalam buku Akar-akar Ideologi, penulis menilai hal ini sangat umum terjadi di Indonesia. Sehingga pengertian dan realitas ideologi yang jauh lebih luas menjadi tidak dikenali.
Dalam buku ini, penulis menjelaskan pengertian ideologi ditinjau dari pendekatan aliran. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bagaimana dan darimana manusia mendapatkan pengetahuan. Maka ideologi dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai seperangkat nilai dan aturan tentang kebenaran alamiah serta universal, sehingga menjadi rujukan bagi tingkah laku manusia. Lain halnya dengan ideologi sebagai studi yang mengkaji ide-ide manusia dari pengalaman hingga membentuk kesadaran yang mempengaruhi tingkah laku.
Ada empat pengertian ideologi dari beberapa tokoh yang dikemas dalam buku ini. Keempatnya menunjukkan bahwa ideologi sebagai konstruksi linguistik. Pertama, menurut Condilac dan De Tracy bahwa ideologi sebagai suatu ilmu tentang ide-ide. Makna ini berambisi untuk memisahkan pengetahuan dari metafisika dan agama serta kepercayaan-kepercayaan lainnya.
Kedua, menurut Marx dan beberapa penerusnya bahwa ideologi sebagai kesadaran palsu. Sehingga menyebabkan manusia mengalami distorsi dalam menangkap dan memahami realitas. Ketiga, menurut Althuser dan Bourdieu bahwa ideologi sebagai suatu ketidaksadaran yang tertanam pada diri manusia. Hal ini sebagai akibat dari adanya berbagai struktur pemikiran. Keempat, dikemukakan Voloshinov bahwa ideologi melalui proses semiotik sehingga mempengaruhi bahasa dan kesadaran manusia. Sedang menurut Barthes ideologi dibentuk oleh proses pemaknaan tanda yang dibekukan.
Penulis mencoba mencari akar-akar ideologi dimulai dari pemikiran filsuf Yunani yang terkenal dengan konsep ‘dunia idea’. Pembaca diajak melihat bagaimana kaitan konsep ideologi yang berkembang hingga awal abad ke-21 dengan pemikiran tokoh-tokoh seperti Plato, Machiavelli, Bacon, Auguste Comte, dan De Tracy. Dari konsep tokoh-tokoh itu kemudian penulis membandingkan  dengan pemikiran Hegel dan Marx.
Kajian ideologi menjadi populer pada pemikiran Marx. Setelah itu bermunculan banyak kajian ideologi, baik dari para pengikut Marx maupun para penentangnya. Dalam buku ini uraian pemikiran ideologi dari Marx dan penerusnya mendapat porsi yang besar karena penjelasan tentang ideologi memang paling banyak dikemukakan oleh kaum Marxis dan Neomarxis.
Plato tidak secara tersurat bicara tentang ideologi. Meski pemikirannya yang berkaitan dengan pembebasan jiwa manusia bisa disetarakan dengan konsep ideologi dari beberapa tokoh sesudahnya. Kritik Marx terhadap ideologi sebagai kesadaran palsu, contohnya apabila diterapkan secara konsisten menggugat pula konsep ‘dunia idea’ dari Plato.
Buku ini memberikan kemudahan bagi pembaca yang ingin mengenal lebih mendalam tentang konsep ideologi secara cepat. Selain bahasanya yang mudah dipahami, penulis juga menyajikannya dengan padat dan sistematis. Setelah membaca buku ini dapat diperoleh gambaran umum tentang peta pemikiran ideologi. Namun, yang menjadi kelemahan, buku ini tidak menyajikan isi secara terperinci dan menyeluruh. Di dalamnya hanya ada cuplikan dari ragam dinamika pemikiran para tokoh. Sehingga tidak dapat dijadikan dasar kerangka berpikir tentang ideologi. Maka untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif pembaca harus mencari studi literatur lain yang lebih luas dan mendalam. (*)

oleh Fitri Nurhayati, S.Pd
Alumni SM-3T Angkatan 3

sedang menyelesaikan Program PPG SM-3T di Universitas Negeri Yogyakarta

Rabu, 19 September 2012

Kado Untuk Pasutri

Antologi Cerpen Pertamaku bersama para kontributor ASK-ers.

Judul: Kado untuk Pasutri

Penulis: Norma Juliandi, dkk
Editor: Norma Juliandi dan Berry Juliandi
Desain Sampul: Leo Sastra Candra Winata
Penerbit: Pena Nusantara
ISBN: 978-602-18878-0-6
Cetakan: pertama
Jumlah Halaman: x + 240 halaman
Harga: Rp. 40.000 (Indonesia), 600 yen (Jepang).

Sinopsis:
"The success of marriage comes not in finding the 'right' person, but in the ability of both partners to adjust to the real person they ineveitably realize they married" (John Fischer).

Mengisahkan 46 kisah nyata inspiratif dari para kontributor ASK-ers tentang suka dan duka dalam pernikahan.
Buku ini sangat cocok dibaca oleh pasangan suami istri, calon pengantin, ataupun pasangan yang telah berpisah.

Kisah-kisah dengan problematika umum dalam rumah tangga yang diangkat, sangat mewakili isi hati para pasutri di masyarakat. Tangis, tawa, haru, dan semangat mewarnai kisah-kisah perjuangan cinta mereka.

Dengan menggunakan gaya bahasa yang sangat sederhana, mudah dipahami, dan mengalir apa adanya, buku ini dapat dibaca di saat santai ataupun di sela-sela kesibukan. Dengan desain buku yang sangat unik menyerupai kado, buku ini juga sangat cocok digunakan sebagai kado pernikahan ataupun kado untuk pasangan Anda. (*)